Cara dan tips budidaya tomat

| 30 April 2012 | Comments (0)
Cara dan tips budidaya tomatTanaman tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani.
PT. Natural Nusantara memberi Cara dan tips budidaya tomat untuk membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.
Berikut ini adalah beberapa Cara dan tips budidaya tomat :
A. FASE PRA TANAM
1. Syarat Tumbuh
  • Tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi
  • Tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 – 6
  • Curah hujan 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian.
  • Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak, tetapi juga akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman
2. Pola Tanam
  • Tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi, sorghum, kubis dan kacang-kacangan
  • Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan keadaan yang kurang disukai oleh organisme jasad pengganggu
3. Penyiapan Lahan
  • Pilih lahan gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong, tembakau dan kentang .
  • Untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama dua minggu
  • Bila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam
  • Buatlah bedengan selebar 120-160 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk barisan tunggal
  • Buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk pembuangan air.
  • Berikan pupuk dasar 4 kg Urea /ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCl per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah
  • Atau jika pakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di atas bedengan.
  • Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dosis 1-2 botol/1000     m2. Hasil akan lebih bagus jika diganti SUPER NASA (dosis ± 1-2 botol/1000 m2 ) dengan cara :
= alternatif 1 : 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap      50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
= alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 sendok peres makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan
  • Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang (+ 1 minggu) merata di atas bedengan pada sore hari
  • Jika pakai Mulsa plastik, tutup bedengan pada siang hari
  • Biarkan selama 5-7 hari sebelum tanam
  • Buat lubang tanam dengan jarak 60 x 80 cm atau 60 x 50 cm di atas bedengan, diameter 7-8 cm sedalam 15 cm
4. Pemilihan Bibit
  • Pilih varietas tahan dan jenis Hybryda ( F1 Hybryd )
  • Bibit berdaun 5-6 helai daun (25-30 HSS=hari setelah semai) pindahkan ke lapangan
  • Untuk mengurangi stress awal pertumbuhan perlu disiram dulu pada sore sehari sebelum tanam atau pagi harinya (agar lembab)
B. FASE PERSEMAIAN (0-30 HSS)
  • Siapkan media tanam yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang 25 – 30 kg + Natural GLIO (1:1)
  • Masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa
  • Sebarlah benih secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag
  • Setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar dan sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yang berisi campuran media tanam
  • Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah)
  • Penyemprotan POC NASA pada umur 10 dan 17 hari dengan dosis 2 tutup/tangki
C. FASE TANAM ( 0-15 HST=Hari Setelah Tanam )
  • Bedengan sehari sebelumnya diairi ( dilep ) dahulu
  • Bibit siap tanam umur 3 – 4 minggu, berdaun 5-6
  • Penanaman sore hari
  • Buka polibag plastik
  • Benamkan bibit secara dangkal pada batas pangkal batang dan ditimbun dengan tanah di sekitarnya
  • Selesai penanaman langsung disiram dengan POC NASA dengan dosis 2-3 tutup per + 15 liter air
  • Sulam tanaman yang mati sampai berumur 2 minggu, caranya tanaman yang telah mati, rusak, layu atau pertumbuhannya tidak normal dicabut, kemudian dibuat lubang tanam baru, dibersihkan dan diberi Natural GLIO lalu bibit ditanam
  • Pengairan dilakukan tiap hari sampai tomat tumbuh normal (Jawa : lilir), hati-hati jangan sampai berlebihan karena tanaman bisa tumbuh memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit
  • Amati hama seperti ulat tanah dan ulat grayak. Jika ada serangan semprot dengan Natural VITURA
  • Amati penyakit seperti penyakit layu Fusarium atau bakteri dan busuk daun , kendalikan dengan menyemprot Natural GLIO dicampur gula pasir perbandingan 1:1. Untuk penyakit Virus, kendalikan vektornya seperti Thrips, kutu kebul (Bemissia tabaci), banci ( Aphis sp.), Kutu persik (Myzus sp.) dan tungau (Tetranichus sp.) dengan menyemprot Natural BVR atau Pestona secara bergantian
  • Pasang ajir sedini mungkin supaya akar tidak rusak tertusuk ajir dengan jarak 10-20 cm dari batang tomat
D. FASE VEGETATIF ( 15-30 HST)
  • Jika tanpa mulsa, penyiangan dan pembubunan pada umur 28 HST bersamaan penggemburan dan pemberian pupuk susulan diikuti pengguludan tanaman
  • Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu semenjak tanam, diberi pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman (1-2 gram), berikan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian ditutup tanah dan siram dengan air
  • Pemupukan kedua dilakukan umur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl (± 5 gr), berikan di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan sedalam ± 1 cm kemudian ditutup tanah dan siram dengan air.
  • Bila umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk Urea dan KCl lagi (7 gram). Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh ( ± 7 cm).
  • Jika pakai Mulsa tidak perlu penyiangan dan pembubunan serta pupuk susulan diberikan dengan cara dikocorkan
  • Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari
  • Amati hama dan penyakit seperti ulat, kutu-kutuan, penyakit layu dan virus, jika terjadi serangan kendalikan seperti pada fase tanam
  • Semprotkan POC NASA (4-5 tutup) per tangki atau POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) setiap 7 hari sekali.
  • Tanaman yang telah mencapai ketinggian 10-15 cm harus segera diikat pada ajir dan setiap bertambah tinggi + 20 cm harus diikat lagi agar batang tomat berdiri tegak.
  • Pengikatan jangan terlalu erat dengan model angka 8, sehingga tidak terjadi gesekan antara batang dengan ajir yang dapat menimbulkan luka.
E. FASE GENERATIF (30 – 80 HST)
1. Pengelolaan Tanaman
  • Jika tanpa mulsa penyiangan dan pembubunan kedua dilakukan umur 45-50 hari
  • Untuk merangsang pembungaan pada umur 32 HST lakukan perempelan tunas-tunas tidak produktif setiap 5-7 hari sekali, sehingga tinggal 1-3 cabang utama / tanaman
  • Perempelan sebaiknya pagi hari agar luka bekas rempelan cepat kering dengan cara; ujung tunas dipegang dengan tangan bersih lalu digerakkan ke kanan-kiri sampai tunas putus. Tunas yang terlanjur menjadi cabang besar harus dipotong dengan pisau atau gunting, sedangkan tanaman yang tingginya terbatas perempelan harus hati-hati agar tunas terakhir tidak ikut dirempel sehingga tanaman tidak terlalu pendek
  • Ketinggian tanaman dapat dibatasi dengan memotong ujung tanaman apabila jumlah dompolan buah mencapai 5-7 buah
  • Semprotkan POC NASA dan HORMONIK setiap 7-10 hari sekali dengan dosis 3-4 tutup POC NASA dan 1-2 tutup HORMONIK/tangki. – Agar tidak mudah hilang oleh air hujan dan merata tambahkan Perekat Perata AERO 810 dengan dosis 5 ml ( 1/2 tutup)/tangki.
2. Pengamatan Hama dan Penyakit
  • Ulat buah (Helicoperva armigera dan Heliothis sp.). Gejala buah berlubang dan kotoran menumpuk dalam buah yang terserang. Lakukan pengumpulan dan pemusnahan buah tomat terserang, semprot dengan PESTONA
  • Lalat buah (Brachtocera atau Dacus sp.).Gejala buah busuk karena terserang jamur dan bila buah dibelah akan kelihatan larva berwarna putih. – - Bersifat agravator, yaitu sebagai vektornya penyakit jamur, bakteri dan Drosophilla sp. Kumpulkan dan bakar buah terserang, gunakan perangkap lalat buah jantan (dapat dicampur insektisida)
  • Busuk daun (Phytopthora infestans), bercak daun dan buah (Alternaria solani) serta busuk buah antraknose (Colletotrichum coccodes). Jika ada serangan semprot dengan Natural GLIO
  • Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami (PESTONA, GLIO, VITURA) belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
  • Busuk ujung buah. Ujung buah tampak lingkaran hitam dan busuk. Ini gejala kekurangan Ca ( Calsium). Berikan Dolomit.

httpv://youtu.be/OFwYeCF5fqQ

F. FASE PANEN & PASCA PANEN (80 – 130 HST)
  • Panen pada umur 90-100 HST dengan ciri; kulit buah berubah dari warna hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap petik. Masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh
  • Interval pemetikan 2-3 hari sekali.
  • Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang
  • Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah dan jangan dibanting
  • Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan
  • Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut siap untuk konsumsi.

Semoga Cara dan tips budidaya tomat tersebut bisa bermanfaat dan membantu anda.

CARA PEMESANAN PRODUK NASA:

1. SMS/Telp 0856.2588.996 untuk konfirmasi Pemesanan.
2. Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus di transfer.
3. Transfer biaya pembelian sesuai dengan Pemesanan
4. Konfirmasi Nama dan Alamat lengkap pengiriman Anda

halaman tentang
  • contoh makalah budidaya tanaman tomat
  • proses pertumbuhan tomat
  • standar operasional prosedur budidaya jagung
  • Tumpang sari terong
  • contoh proposal budidaya tanaman tomat
  • cara pemupukan tomat
  • standar operasional prosedur tanaman jagung
  • cara menanam tomat
  • fase pertumbuhan tanaman tomat
  • jurnal budidaya tomat
  • tumpang sari cabe dan tomat
  • budidaya tomat dataran rendah
  • makalah budidaya tanaman tomat PDF
  • hasil komoditas di dataran rendah
  • komoditas di dataran rendah
  • hasil komoditas dataran rendah
  • cara mupuk padi
  • komoditas dataran rendah
  • tumpangsari tomat
  • tumpangsari tomat dan cabe
  • agar terong cepat besar
  • budidaya tomat tanpa mulsa
  • gimana cara agar buah kentang besar
  • tomat berbuah berapa kali
  • 1 tomat berapa kali panen
  • Agar batang jagung besar
  • Berapa kali pemupukan tomat
  • budidaya tomat tumpang sari
  • cara tumpang sari cabai tomat
  • cara tumpang sari cabe dan tomat
  • gambar tanaman tum pang sari cabe mer ah dan tomat
  • hasil komoditi dataran rendah
  • jenis komoditas yang di hasilkan di dataran rendah
  • makalah SOP tanaman tomat
  • tumpang sari cabai tomat
  • tumpangsari cabe dan tomat
  • tumpangsari jagung dan terong
  • www budidaya tumpang sari tomat dengan mentimun com
  • Agar jagung cepet tumbuh
  • ap pupukx seledri atw daun sop
  • artikel tumpang sari cabai
  • bertanam tomat - pdf
  • bertanam tomat pdf
  • bertani tumpang sari tomat dan cabe
  • budi daya terong tanpa mulsa
  • budidaya cabe merah besar tumpang sari tomat bunga kol
  • budidaya cabe tomat tumpang sari
  • Budidaya hortikultura di dataran rendah
  • budidaya kentang dengan produk nasa
  • budidaya tanaman hortikultura dataran rendah
  • budidaya terong tanpa mulsa
  • budidaya tomat cabe tumpang sari
  • budidaya tomat kol tumpang sari
  • budidaya tomat tumpang sari bunga kol
  • budidaya tumpang sari kubis dan bawang daun
  • Buku panduan bertanam tomat pdf
  • Cabe tumpang sari tomat
  • cara bertanam tomat pdf
  • Cara budidaya terong tanpa mulsa
  • cara budidaya tomat yang bermutu
  • Cara mupuk cabe merah besar
  • cara nanam semangka besar buah nya
  • Cara pemupukan tanaman tomat menggunakan produk hantu
  • cara penyiapan lahan cabai merah dengan produk nasa
  • cara tanam cabe dengan tomat secara tupang sari
  • cara tomat pupuk hantu
  • cara tumpangsari kol dan tomat
  • cara tumpangsari pada budidaya tomat
  • Carapadi
  • Feksida agar buah padi berisi
  • Hortikultura dataran rendah
  • http//jenispupukbesertafungsiny
  • jenis pupuk buat cabai
  • jurnal budidaya kacang tanah dengan nasa pdf
  • kentang super besar
  • komoditas hasil dari datran rendah
  • Makalah tentang tanaman pangan terong cabai tomat
  • menanam tomat dengan pupuk hantu
  • pdf cara menanam tomat
  • pemupukan tomat
  • poc hantu untuk tomat
  • procedure cara menanam pohon cabe
  • pupuk agar kentang besar besar
  • Pupuk dan pemupukan untuk tanaman kentang
  • pupukkentang
  • supaya bibit padi cepat besar
  • tanam tumpangsari kol dan tomat
  • Tanaman cabe tumpang sari pare
  • tanaman horti dataran rendah
  • tanaman hortikultura yang cocok untuk dataran rendah
  • Tanaman sayuran yang dapat ditumpang sari dengan tembakau
  • Tanaman tumpang sari gambas dan tomat
  • teknik budidaya cabe tumpang sari dengan tomat
  • terong bisa ditumpang sari dengan kacang tanah
  • Terong tomat berkualitas
  • tip bertanam tomat yg baik
  • tip padi cepat berisi
  • tips tumpang sari kol dan tomat
  • tumpang gilir tomat dan cabai
  • tumpang sari tomat cabe dg produk nasa
  • tumpang sari tomat dan cabai
  • tumpang sari tomat dan cabe
  • tumpang sari tomat dengan cabe
  • tumpang sari tomat dg cabe
  • Tumpangsari cabai dengan tomat
  • tumpangsari jagung dan tomat
  • tumpangsari tomat dan kol
  • Umur tanaman tomat di tumpang sari dengan kol
  • www jarak tanam tomat
  • Www pupuk bulanan tomat dan cabe com
  • www tumpang sari bawang merah

Tags: , , , , ,

Category: artikel pertanian, Budidaya pertanian, Cara dan tips budidaya

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.